Kamis, 14 Maret 2013

RUANG LINGKUP BIMBINGAN KONSELING


A.    4 Bidang Bimbingan

1.      BIMBINGAN PRIBADI
Merupakan bantuan yang diberikan kepada individu dalam hal memecahkan masalah-masalah yang sangat kompleks dan bersifat rahasia/pribadi sekali misalnya, masalah keluarga, persahabatan, cita-cita, dan sebagainya.
Merupakan bimbingan yang diberikan pada individu dalam menghadapi pergumulan dalam batinnya sendiri, dalam mengatur diri, perawatan jasmani, pengisian waktu luang, pengaturan nafsu seksual, dan sebagainya.
Misalnya pada siswa remaja, mereka berhadapan dengan aku-nya yang lain dari pada sebelumnya. Contoh: peralihan dari perasaan sangat sedih menjadi sangat gembira, ingin meraih cita-cita tapi tidak mengetahui caranya.
Kemudian seorang mahasiswa yang berhadapan dengan aku-nya yang ditantang memikul tanggung jawab sebagai orang dewasa dan menghadapi realitas yang bertentangan dengan dirinya/keinginannya.
Klien, terutama para remaja pada umumnya malu untuk bertanya pada orang tua, atau pada orang dewasa lainnya, sedangkan bila bertanya pada teman sebaya juga tidak tahu.
3. Bimbingan menekankan bagaimana sikap dalam menghadapi masalah yang timbul
4. Bimbingan pribadi diberikan malalui bimbingan individual maupun kelompok.
Sebelum membahas tujuan bimbingan pribadi-sosial, maka terlebih dahulu akan dibahas mengenai tujuan bimbingan dan konseling itu sendiri yaitu sebagai berikut :
a)      Tujuan bimbingan dan konseling Secara khusus layanan bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek sosial, belajar, dan karier. Bimbingan pribadi sosial dimaksud untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi sosial dalam mewujudkan pribadi yang taqwa, mandiri , dan bertanggung jawab. Bimbingan belajar dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. Bimbingan karier dimaksudkan untuk mewujudkan pribadi pekerja
yang produktif.
  1. Memiliki kesadaran diri, yaitu menggambarkan penampilan dan mengenal kekhususan yang ada pada dirinya.
  1. Dapat mengembangkan sikap positif, seperti menggambarkan orang-orang yang mereka senangi.
  1. Membuat pilihan secara sehat.
  1. Mampu menghargai orang lain.
  1.  Memiliki rasa tanggung jawab.
  1.  Mengembangkan ketrampilan hubungan antar pribadi.
  1. Dapat menyelesaikan konflik.
  1. Dapat membuat keputusan secara efektif.
  1. Dapat melaksanakan ketrampilan atau tehnik belajar secara efektif.
  1. Dapat menempatkan tujuan dan perencanaan pendidikan.
  1. Mampu belajar secara efektif.
  1. Memiliki ketrampilan dan kemampuan dalam menghadapi evaluasi atau ujian.
  1. Mampu membentuk identitas karir, dengan cara mengenali ciriciri pekerjaan di dalam lingkungan kerja.
  1. Mampu merencanakan masa depan.
  1. Dapat membentuk pola-pola karier, yaitu kecenderungan arah karir .
  1. Mengenal keterampilan, kemampuan, dan minat.
  • Pemantapan sikap dan kebiasaan belajar secara efektif dan efesien.
  • Pengembangan kemampuan membaca dan menulis (meringkas) secara cepat.
  • Pemantapan penguasaan materi pelajaran sekolah berupa remedial atau pengayaan
  • Pemahaman tentang pemanfaatan hasil teknologi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
  • Pemanfaatan kondisi sosial dan budaya bagi pengembangan pengetahuan.
  • Pemahaman tentang pemanfaatan perpustakaan.
  • Orientasi
  1. Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang.
  1. Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki peserta didik secara optimal.
  1. Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya.
  1. Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, maupun lingkungan kerja.
  1. Mengenal dan memahami potensi, kekuatan, dan tugas-tugas perkembangannya.
  1. Mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya,
  1. Mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut
  1. Memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri.
  1. Menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya, kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat.
  1. Menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya.
  1. Mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal.
  • Menurut Herr bimbingan karir adalah  suatu perangkat, lebih tepatnya suatu program yang sistematik, proses, teknik, atau layanan yang dimaksudkan untuk membantu individu memahami dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan pengenalan kesempatan-kesempatan dalam pekerjaan, pendidikan, dan waktu luang, serta mengembangkan ketrampilan-ketrampilan mengambil keputusan sehingga yang bersangkutan dapat menciptakan dan mengelola perkembangan karirnya (Marsudi, 2003:113).
  • Peserta didik dapat mengenal (mendeskripsikan) karakteristik diri (minat,nilai, kemampuan, dan ciri-ciri kepribadian) yang darinya peserta didik dapat mengidentifikasi bidang studi dan karir yang sesuai dengan dirinya.
  • Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai bidang pendidikan yag tersedia yang relevan dengan berbagai bidang pekerjaan. Dengan demikian peserta didik memperoleh dan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan (skill) yang dituntut oleh peran-peran kerja tertentu,
  • Peserta didik mampu mengambil keputusan karir bagi dirinya sendiri, merencanakan langkah-langkah konkrit untuk mewujudkan perencanaan karir yang realistik bagi dirinya. Perencanaan karir yang realistik akan meminimalkan faktor dan dampak negatif dan memaksimalkan faktor dan dampak positif dari proses pemilihan karir
  • Mampu menyesuaikan diri dalam mengimplementasikan pilihannya dan berfungsi optimal dalam karir (studi dan kerja), Carney, 1987 dan Reihant, 1979 (dalam Fajar Santoadi, 2007). Bimbingan Karir di sekolah diarahkan untuk membantu siswa dalam perencanaan dan pengarahan kegiatan serta dalam pengambilan keputusan yang membentuk pola karir tertentu dan pola hidup yang ikan memberikan kepuasan bagi dirinya dan lingkungannya. Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan mengenai Bimbingan Karir, terdapat beberapa persamaan. Persamaan tersebut antara lain:
  1. Individu,peserta didik, remaja,


1)      Dalam Aspek Tugas Perkembangan Pribadi – sosial. Dalam aspek tugas perkembangan pribadi-sosial, layanan bimbingan konseling membantu siswa agar:
2)      Dalam Aspek Tugas Perkembangan Belajar, Dalam aspek tugas perkembangan belajar, layanan bimbingan konseling membantu siswa agar:
3)      Dalam Aspek Tugas Perkembangan karier, layanan bimbingan dan konseling ,membantu siswa agar:
2.      BIMBINGAN SOSIAL
Bimbingan pribadi-sosial merupakan salah satu bidang bimbingan yang ada di sekolah. Menurut Dewa Ketut Sukardi (1993: 11) mengungkapkan bahwa bimbingan pribadi-sosial merupakan usaha bimbingan, dalam menghadapi dan memecahkan masalah pribadi-sosial, seperti penyesuaian diri, menghadapi konflik dan pergaulan.
Sedangkan menurut pendapat Abu Ahmadi (1991: 109) Bimbingan pribadi-sosial adalah, seperangkat usaha bantuan kepada peserta didik agar dapat mengahadapi sendiri masalah-masalah pribadi dan sosial yang dialaminya, mengadakan penyesuaian pribadi dan sosial, memilih kelompok sosial, memilih jenis-jenis kegiatan sosial dan kegiatan rekreatif yang bernilai guna, serta berdaya upaya sendiri dalam memecahkan masalah-masalah pribadi, rekreasi dan sosial yang dialaminya.
Inti dari pengertian bimbingan pribadi-sosial yang dikemukakan oleh Abu Ahmadi adalah, bahwa bimbingan pribadi-sosial diberikan kepada individu, agar mampu menghadapi dan memecahkan permasalahan pribadi-sosialnya secara mandiri. Hal senada juga diungkapkan oleh Syamsu Yusuf (2005: 11) yang mengungkapkan bahwa bimbingan pribadi-sosial adalah bimbingan untuk membantu para individu dalam memecahkan masalah-masalah sosial-pribadi.
Yang tergolong dalam masalah-masalah sosial-pribadi adalah masalah hubungan dengan sesama teman, dengan dosen, serta staf, permasalahan sifat dan kemampuan diri, penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat tempat mereka tinggal dan penyelesaian konflik.
Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa bimbingan pribadi-sosial merupakan suatu bimbingan yang diberikan oleh seorang ahli kepada individu atau kelompok, dalam membantu individu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pribadi-sosial, seperti penyesuaian diri, menghadapi konflik dan pergaulan.
3.      BIMBINGAN BELAJAR
Bimbingan belajar adalah layanan bimbingan yang diberikan pada siswa untuk membentuk kebiasaan belajar yang baik, mengembangkan rasa ingin tahu dan menumbuhkan motivasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.
Belajar merupakan salah satu konsep yang amat mendasar dari psikologi. Manusia belajar untuk hidup. Tanpa belajar, seseorang tidak akan dapat mempertahankan dan mengembangkan dirinya, dan dengan belajar manusia mampu berbudaya dan mengembangkan harkat kemanusiaannya. Inti perbuatan belajar adalah upaya untuk menguasai sesuatu yang baru dengan memanfaatkan yang sudah ada pada diri individu. Penguasaan yang baru itulah tujuan belajar dan pencapaian sesuatu yang baru itulah tanda-tanda perkembangan, baik dalam aspek kognitif, afektif maupun psikomotor/keterampilan. Untuk terjadinya proses belajar diperlukan prasyarat belajar, baik berupa prasyarat psiko-fisik yang dihasilkan dari kematangan atau pun hasil belajar sebelumnya.
Untuk memahami tentang hal-hal yang berkaitan dengan belajar terdapat beberapa teori belajar yang bisa dijadikan rujukan, diantaranya adalah : (1) Teori Belajar Behaviorisme; (2) Teori Belajar Kognitif atau Teori Pemrosesan Informasi; dan (3) Teori Belajar Gestalt. Dewasa ini mulai berkembang teori belajar alternatif konstruktivisme.
Secara lebih rinci materi pokok bimbingan belajar antara lain :
Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, mereka harus mendapatkan kesempatan untuk :
4.      BIMBINGAN KARIER
Bimbingan karier adalah suatu usaha yang dilakukan untuk membantu individu(peserta didik) dalam memilih dan mempersiapkan suatu pekerjaan, termasuk didalamnya berupaya mempersiapkan kemampuan yang diperlukan untuk memasuki suatu pekerjaan. Bimbingan karier tidak hanya sekedar memberikan respon kepada masalah-masalah yang muncul, akan tetapi juga membantu individu memperoleh pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaan..
Bimbingan karier ,menurut para ahli :
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan karir adalah suatu upaya bantuan terhadap peserta didik agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerjanya, mengembangkan masa depan sesuai dengan bentuk kehidupan yang diharapkannya, mampu menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggungjawab.
Peran bimbingan dan konseling karir sebagai pengintegrasi berbagai kemampuan dan kemahiran intelektual dan keterampilan khusus hingga sampai pada kematangan karir secara spesifik terumus dalam tujuan bimbingan karir sebagai berikut:
1.      Bantuan layanan,
B.     7 Layanan Bimbingan dan Konseling
1. Pelayanan pengumpulan data tentang murid
       Pelayanan Pengumpulan Data tentang Murid Sesuai dengan pengertian bahwa bimbingan adalah bantuan bagi individu yang menghadapi masalah, maka sudah tentu berhasil tidaknya suatu usaha bantuan dalam rangka bimbingan akan banyak bergantung dari keterangan-keterangan atau informasi-informasi tentang individu tersebut. Oleh karena itu mengumpulan data seperti ini merupakan langkah pertama dalam kegiatan bimbingan secara keseluruhan.

2. Pelayanan Pemberian Penerangan.
       Pelayanan Pemberian PeneranganYang dimaksud dengan pelayanan ini adalah memberikan penerangan-penerangan yang sejelas-jelasnya dan selengkap-lengkapnya mengenai berbagai hal yang diperlukan oleh setiap murid, baik tentang pendidikan,pekerjaan, sosial, maupun pribadi.
 3. Pelayanan Penempatan.
        Pelayanan Penempatan Hakekat dari pelayanan penempatan ini adalah membantu individu memperoleh penyesuaian diri dengan jalan menempatkan dirinya pada posisi yang sesuai. Yang menjadi tujuan pelayanan penempatan ini adalah agar setiap individu dapat posisi yang sesuai keadaan dirinya, seperti minat, kecakapan, bakat, cita-cita, tingkat perkembangan dan sebagainya

4. Pelayanan Pengajaran.
       Pelayanan Pengajaran Yang dimaksud dengan pelayanan pengajaran adalah kegiatanpemberian bantuan kepada murid-murid dalam mengatasi kesulitan-kesulitan dalam pengajaran. Yang menjadi tujuannya adalah agar setiapmurid memperoleh penyesuaian diri yang baik serta mengembangkankemampuannya secara optimal dalam kegiatan pengajaran

5. Pelayanan penyuluhan.
       Pelayanan penyuluhan Penyuluhan merupakan inti kegiatan program bimbingan. Kegiatan penyuluhan ini di samping berfungsi sebagai terapi (penyembuh), dapat pula berfungsi sebagai cara pengumpulan data. Penyuluhan merupakankegiatan professional, artinya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki pendidikan dan keahlian serta pengalaman khusus dalam bidangpenyuluhan.

 6. Pelayanan Penelitian dan Penilaian (evaluasi).
       Pelayanan Penelitian dan Penilaian (evaluasi)Tujuan pelayanan ini adalah untuk mengadakan penelitian danpenilaian mengenai masalah yang berhubungan dengan kegiatan program bimbingan dan penyuluhan. Program bimbingan yang baik senantiasamendasarkan diri kepada hasil-hasil penelitian dan penilaian.

7. Pelayanan Hubungan Masyarakat.
       Pelayanan Hubungan Masyarakat.Di samping memberikan pelayanan kepada murid-murid dan personilsekolah lainnya, kegiatan bimbingan memberikan pelayanan pula kepadapihak-pihak luar sekolah, yaitu masyarakat. Tujuan pelayanan ini adalahuntuk bekerja sama dengan berbagai pihak di masyarakat dalammemecahkan masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah murid-murid, seperti kenakalan anak, pembolosan, kelesuan belajar, drop-out dansebagainya.

C.    5 Macam Kegiatan Pendukung Bimbingan
Ada 5 macam kegiatan pendukung layanan bimbingan dan konseling untuk semua jenis layanan dalam bidang-bidang (pribadi, sosial, belajar, dan karier). Pemikihan kegiatan pendukung mana yang akan digunakan oleh Guru pembimbing untuk mendukung terselenggaranya jenis layanan dan bidang-bidang layanan tersebut di atas, ditentukan oleh keperluan atau kebutuhan. Macam kegiatan pendukung itu ialah :
1.      Aplikasi instrumentasi bimbingan, yaitu kegiatan pendukung bimbingan dan konseling untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang siswa ( secara individual maupun kelompok), keterangan tentang lingkungan siswa, maupun “ lingkungan yang lebih luas” (termasuk di dalamnya informasi pendidikan dan jabatan ).
Kegiatan mengumpulkan data tentang siswa atau pemahaman individu dapat dilakukan dengan berbagai cara atau metode yaitu :
a.       Metode menggunakan instrumen nontes meliputi :
Observasi, kuesioner, wawancara atau interview, inventory dan sosiometri.
b.      Metode menggunakan instrumen tes
Instrumen tes ini meliputi penggunaan tes hasil belajar yang dibuat oleh guru mata pelajaran, maupun pemanfaatan tes psikologis yang dilaksanakn oleh para ahli lain seperti :
-          Tes intelegensi
-          Tes bakat
2.      Penyelenggaraan himpunan data, yaitu kegiatan pendukung bimbingan dan konseling untuk menghimpun seluruh data dan keterangan yang relevan dengan keperluan pengembangan siswa secara individual. Himpunan data itu perlu diselenggarakan secara sistematik, komprehensif, terpadu, dan sifatnya tertutup.
Data siswa yang sudah dikumpulkan  oleh guru pembimbing melalui berbagai cara sebagaimana disebutkan pada butir  1 di atas perlu disusun menurut sistem tertentu, disimpan dan dipelihara secara baik. Seluruh data itu, twesimpan dalam suatu himpunan data pribadi siswa yang disebut cumulative record tentang sejumlah siswa yang menjadi tanggung jawab bagi guru pembimbing (menurut ketentuan sebanyak 150 siswa). Sifat himpunan data itu tertutup untuk menjaga asas kerahasiaan bimbingan dan konseling. Salah satu cara untuk menjaga kerahasiaan itu dengan membuat nomer kode siswa pada dokumen himpunan data ( lihat lampiran Daftar Siswa Asuh).
3.      Konferensi kasus, yaitu kegiatan pendukung bimbingan dan konseling untuk membahas permasalahan yang dialami oleh siswa dalam suatu forum pertemuan yang dihadiri oleh berbagai pihak yang diharapkan dapat memberikan bahan, keterangan dan kemudahan terentaskannya permasalahn tersebut. Personil sekolah yang ikut serta dalam konferensi kasus meliputi guru pembimbing, guru mata pelajaran tertentu (disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya guru musik, guru olahraga), wali kelas, kepala/wakil kepala sekolah di sekolah. Sewaktu-waktu mungkin harus dilibatkan unsur luar sekolah seperti orang tua, tenaga ahli lain. Pertemuan dalam rangka konferensi kasus itu bersifat tertutup dan terbatas.
Tujuan utama konferensi kasusu adalah untuk memperoleh suatu pemahaman terhadap siswa sehingga rekomendasi dapat dibuat untuk keperluan (treatment).
4.      Kunjungan rumah,  yaitu kegiatan untuk memperoleh data, keterangan dan kemudahan bagi terentaskannya permasalahan siswa melalui kunjungan ke rumah siswa. Kegiatan ini memerlukan kerjasama yang penuh dari orang tua dan siswa. Kunjungan rumah dilakukan setelah siswa memahami dan menyetujui kegiatan tersebut. Adabtiga dimensi yang ingin dicapai melalui kunjungan rumah itu, yakni :
a.       Untuk menambah kelengkapan data atau informasi tentang siswa melalui wawancara dengan orang tua, dan hasil observasi suasana di rumah.
b.      Memberi penjelasan tentang keadaan siswa kepada orang tua untuk membangun kerja sama sekuolah dan rumah.
c.       Mengembangkan tingkat kepedulian orang tua terhadap masalah anak.
5.      Alih tangan siswa, yaitu kegiatan bimbingan dan konseling untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas masalah yang dialami peserta didik, dengan memindahkan penanganan kasus dari satu pihak ke pihak lainnya. Kegiatan ini memerlukkan kerja sama yang erat dan mantap antara berbagai pihak yang dapat memberikan bantuan atas penanganan masalah siswa (terutama guru pembimbing, orang tua, guru kelas, personil sekolah lainnya dan ahli di luar bimbingan dan konseling).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share